BAB II
KAJAIAN TEORI
A. VARIASI
BAHASA
Menurut
alwasilah Pada kenyataan nya bahasa adalah kaya raya dengan keanekaragaman
perwujudanya. Perwujudnya bahasa itu sangat luasnya sehingga variasi variasi
itu seakan tanpa batas. ( dalam al ashadi 17 juni 2013 ) Terjadinya keragaman atau kevariasian bahasa
ini bukan hanya di sebabkan oleh para para penuturnya yang tidak homogen tetapi
juga karena kegiatan interaksi sosial yang mereka lakukan sangat beragam.
1. BATASAN
VARIASI BAHASA
Suwito
berkata Variasi bahasa merupakan sejenis ragam bahasa yang pemakaianya di
sesuaikan dengan fungsi dan situasi, tanpa mengabaikan kaidah kaidah pokok yang
berlaku dalam bahasa yang bersangkutan Lebih lanjut menurut suwito, variasi
bahasa mencakup semua aspek yang berkaitan dengan masyarakat tutur, dan
bagaimana hubungan dengan orang lain dalam melakukan tuturan, dapat di
asumsikan bahwa variasi mungkin terdapat di dalam masyarakat yang luas dan
besar dan mungkin pula terdapat dalam masyarakat kecil. Bahkan terdapat dalam
masyarakat yang luas dan besar dan mungkin pula terdapat dalam masyarakat
kecil, bahkan terdapat di dalam pemakaian bahasa perorangan.
Soekarno
menyebutkan Variasi bahasa adalah bentuk bentuk bagian atau variasi dalam
bahasa yang masing masing memiliki pola pola yang menyerupai pola umum bahasa
induk nya. ( dalam al ashadi 17 juni 2013 )
Variasi bahasa ini di sebabkan
oleh faktor tertentu isitilah variasi
bahasa dalam bahasa inggris sama dengan variety : terjadinya keragaman dan
kevariasian bahasa ini bukan hanya di sebabkan oleh para penuturnya yang tidak
homegen, tapi juga karena kegiatan interaksi sosial yang mereka lakukan sangat
beragam. Keragaman ini akan semakin bertambah kalau bahasa tersebut di gunakan
oleh para penutur yang banyak, serta dalam wilayah yang luas.
Variasi
bahasa menurut paul adalah suatu wujud perubahan atau perbedaan dari berbagai
manivestasi kebahasaan, namun tidak bertentangan dengan kaidah kebahasaan, . (dalam
al ashadi 17 juni 2013 )
Manivestasi kebahasaan di wujudkan ke
dalam berbagai konteks sosial masyarakat pemakaian bahasa.
Sementara
itu menurut chaer bahasa di pandang sebagai bentuk bentuk bagian atau varian
dalam bahasa yang masing masing memiliki pola yang menyerupai pola umum bahasa
induksinya, chair dan gustina, lebih lanjut chair menegaskan bahwa terjadinya
variasi bahasa di sebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang di
lakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan di karenakan oleh
para penuturnya yang tidak homogen.
Berdasarkan
beberapa pengertian pendapat ahli diatas di simpulkan bahwa variasi bahasa
adalah keanekaragaman bahasa yang di pakai penutur bahasa yang tidak jauh
berbeda dengan bahasa induknya akibat berbagai faktor yang mempengaruhi
peristiwa tutur ter
Sebut. Keragaman atau
kevariasian bahasa ini bukan hanya di
sebabkan oleh para penuturnya yang tidak homogen, tetapi juga karena kegiatan interaksi soisal
yang meeka lakukan sangat beragam :
2. FAKTOR
PENYEBAB TERJADINYA VARIASI BAHASA
Menurut soepano ada beberapa variasi bahasa yaitu :
1. Variasi
kronologis
2. Variasi
biografis
3. Variasi
sosial
4. Variasi
fungsional
5. Variasi
gaya atau stel
6. Variasi
kultural
7. Variasi
individual .
sementara itu, nababan membagi variasi bahasa bebrbagai sumber
perbedaan yaitu 1. Variasi internal ( variasi sistematik ) dan 2. Variasi
eksternal ( variasi ekstra sistematik ) variasi internal adalah variasi yang di
sebabkan oleh faktor faktor dalam bahasa itu sendiri, misalnya bunyi /p/ yaang
bervariasi aspirated dan tidak aspirated dalam bahasa inggris. Adapun variasi
eksternal adalah variasi yang berhubungan dengan faktor-faktor di luar bahasa
itu sendiri. Dalam hal ini dialek, fungsiolek, dan sosiolek termasuk dalam
jenis variasi eksternal.
Faktor faktor yang mempengaruhi variasi
bahsa menurut fishman ( chaer dan leonie agusitina , adalah lokasi topik , dan
partisipan, seperti keluarga , tetangga , teman, transaksi pemerintahan ,
pendidikan , pekerjaan dan sebagaianya .
1. Variasi
bahasa dari segi pemakaian
Variasi
bahasa berkenan dengan pemakian atau fungsinya disebut fungsiolek atau register
adalah variasi bahasa yang menyangkut bahsa itu di gunakan untuk keperluan atau
bidang apa . misalnya bidang jurnalistik , militer , pertannian ,
perdagangan,pendidikan,dan sebaginya. Variasi bahasa dari segi pemakaian ini
yang paling tampak cirinya adalah dalam kosakata. Setiap bidang kegiatan
biasanya mempunyai kosa kata khususnya yang tidak digunakan dalam bidang lain
misalnya , bahsa dalam karya sastra biasanya menekan penggunaan kata dari segi
estetis sehingga di pilih dan di gunakanlah kosa kata yang tepat
Ragam
bahasa jurnalistik juga mempunyai ciri tertentu, yakni bersifat sederhan ,
komunikatif , dan ringkas sederhana karena harus di pahami dengan mudah
komunikatif karena jurnalis harus menyampaikan berita secara tepat , dan
ringkas karena keterbatasan ruang ( dalam media cetak ) dan keterbatasan waktu
( dalam media elektronik ) intinya ragam bahasa yang di maksud diatas, adalah ragam
bahsa yang menunjukan perbedaan di tinjau dari segi siapa yang menggunakan
bahasa tersebut.
2. Variasi dari Segi Keformala
Menurut
Martin Joos, variasi bahasa dibagi menjadi lima macam gaya (ragam), yaitu ragam
beku (frozen); ragam resmi (formal); ragam usaha (konsultatif); ragam santai
(casual); ragam akrab (intimate). Ragam beku adalah variasi bahasa yang paling
formal, yang digunakan dalam situasi khidmat dan upacara resmi. Misalnya, dalam
khotbah, undang-undang, akte notaris, sumpah, dsb. Ragam resmi adalah variasi
bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan, rapat dinas, ceramah, buku
pelajaran, dsb.
Ragam usaha adalah variasi bahasa
yang lazim digunakan pembicaraan biasa di sekolah, rapat-rapat, ataupun
pembicaraan yang berorientasi kepada hasil atau produksi. Wujud ragam ini
berada diantara ragam formal dan ragam informal atau santai Ragam santai adalah
variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi untuk
berbincang-bincang dangan keluarga atau teman pada waktu beristirahat,
berolahraga, berekreasi, dsb.
Ragam ini
banyak menggunakan bentuk alegro, yakni bentuk ujaran yang dipendekkan. Ragam akrab adalah variasi bahasa yang biasa
digunakan oleh para penutur yang hubngannya sudah akrab, seperti antar anggota
keluarga, atau teman karib. Ragam ini menggunakan bahasa yang tidak lengkap
dengan artikulasi yang tidak jelas.
3. . Variasi
dari Segi Sarana
Variasi bahasa dapat pula dilihat dari segi
sarana atau jalur yang digunakan. Dalam hal ini dapat disebut adanya ragam
lisan dan tulis atau juga ragam dalam berbahasa dengan menggunakan sarana atau
alat tertentu, misalnya bertelepon atau bertelegraf.
4. Variasi dari Segi Penutur
Pertama,
idiolek, merupakan variasi bahasa yang bersifat perseorangan Setiap orang mempunyai idiolek
masing-masing. Idiolek ini berkenaan dengan “warna” suara, pilihan kata, gaya
bahasa, susunan kalimat, dsb. Yang paling dominan adalah warna suara, kita
dapat mengenali suara seseorang yang kita kenal hanya dengan mendengar suara
tersebut Idiolek melalui karya tulis pun juga bisa, tetapi disini membedakannya
agak sulit.
Kedua,
dialek, yaitu variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif, yang berada di suatu tempat
atau area tertentu. Bidang studi yang mempelajari tentang variasi bahasa ini
adalah dialektologi. Ketiga, kronolek atau dialek temporal, yaitu variasi
bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial pada masa tertentu. Sebagai contoh,
variasi bahasa Indonesia pada masa tahun tiga puluhan, lima puluhan, ataupun
saat ini.
Keempat,
sosiolek atau dialek sosial, yaitu variasi bahasa yang berkenaan golongan dan kelas sosial para penuturnya.
Dalam sosiolinguistik variasi inilah yang menyangkut semua masalah pribadi
penuturnya, seperti usia, pendidikan, keadaan sosial ekonomi, pekerjaan, seks,
dsb. Sehubungan dengan variasi bahasa yang berkenaan dengan tingkat, golongan,
status, dan kelas sosial para penuturnya disenut dengan prokem.
3.
FUNGSI BAHASA
Bahasa
sebagai alat komunikasi menjalankan dua macam fungsi/tugas, yakni fungsi umum dan fungsi khusus.
1.
Fungsi Umum Bahasa
Fungsi umum bahasa adalah fungsi bahasa yang berlaku
bagi semua bangsa di semua negara, dan dapat diperinci sebagai
berikut: Untuk tujuan praktis, yakni
untuk mengadakan hubungan dalam
pergaulan sehari-hari. Fungsi ini ada tiga macam:
2. Fungsi
produktif
Dalam fungsi ini bahasa dipakai oleh manusia untuk menyampaikan isi
hantinya kepada manusia lain.
3.
Fungsi reseptif
Dalam fungsi ini bahasa yang dipakai oleh manusia untuk menerima isi hati
manusia yang lain yang disampaikan kepadanya.
4.
Fungsi reproduktif
Dalam
fungsi ini bahasa dipakai oleh manusia untuk menyatakan isi hatinya setelah menerima pernyataan isi
hati orang lain.
artistic,
yakni untuk mengolah dan mempergunakan bahasa itu dengan cara yang seindah
indahnya guna pemuasan rasa keindahan/estetis manusia.
Untuk tujuan
filologis, yakni mempelajari naskah-naskah kuno untuk menyelidiki latar belakang sejarah
manusia, sejarah kebudayaan, dan adat istiadat serta perkembangan bahsa itu
sendiri.
Untuk
tujuan Ipteks, yakni sebagai kunci untuk mempelajari ilmu pengetahuan lain di
luar bahasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar