Sabtu, 27 Desember 2014


naskah drama 5 orang (3 perempuan dan 2 laki-laki)
Berakhir menjadi sahabat
Suatu hari, ada anak baru di kelas B. pagi  yang bernama nito . Dia anak yang cupu dan kurang bergaul.


 tri  : Eh.. ada anak baru tuh! Kerjain yuk...
 era wati : Ayo.. kapan?
 era intan : Ntar aja istirahat, pas dia di kantin
(jam  istirahat pun tiba )
 tri  : Udah istirahat  tuh, kok dia belum keluar ya?
 erawati  : Aduuh.. lama banget sih tuh anak
 era intan  :Eh, tuh dia keluar. Siap-siap ya...
(  nito keluar membawa bekal makannya.dan wandi eraintan )
 nito  : Aduuh!
 tri : Mampus lo! 
(Mereka bertiga tertawa )
 wandi  : Kalian tuh apa-apaan sih?
( Sambil membantu Putra bangun )
 erawati  : Kenapa? Gak suka lo?
 wandi  : Ga suka gue! Lo perlakuin dia sesuka lo!
era intan : Eh, gue gak punya masalah ya sama lo! Jadi gue harap lo gak usah ikut campur!
 wandi  : Tapi lo jangan seenaknya gini dong sama dia!
eraintan: Jadi lo gak suka kalo gue gituin dia ? Apa lo mau nasib lo kayak tuh anak?
 wandi  : Yaudahlah nit  , jangan diladenin orang kaya gitu. Mendingan kita pergi dari sini.
  tri  : Wah... makin cari gara-gara aja dia. Kita kan belum selesai bicara, udah pergi aja..
 erawati  : Santai.. gue udah ada ide untuk ngerjain mereka.
 tri  : Memangnya apa ide lo?
erawati  : Gimana kalo kita kuncin di gudang?
 era intan: Bagus tuh!
(saat nya  masuk  )
 era intan  : Udah , masuk kelas yuk..
 tri : Ayo..
( Dan akhirnya jam  pulang tiba)
 wandi, nit   mau pulang bareng gak?
 nito  : Boleh boleh
erawati : Eh, mereka udah keluar tuh?
( tri tiba-tiba memanggil wandi dan nito  )
 tri  : Putra! Riki ! Sini deh..
 wandi : Kenapa?
tri : Kalian disuruh ambil buku-buku lama di gudang
nito : Disuruh siapa?
tri : Ya petugas perpustakaan lah!
wandi  : Sekarang?
erawati  : Ya iya lah...! Masa besok!
nito : Ya sudah, yuk wandi  kita ke gudang.
( nito  dan wandi  sedang memilih buku-buku lama )
nito  : Loh..! kok pintunya tertutup? Siapa yang ngunci pintunya?
wandi  : Pasti mereka bertiga yang ngunciin kita di sini.
(nito  dan wandi minta tolong )
(Keesokan harinya )
(eraintan  ,erawati  dan tri masuk seperti biasanya )
( Tiba-tiba ada seorang teman yang memberi tahu mereka bahwa mereka dipanggil ke ruangan BK )
eraintan : Ada apa ya? Kok kita dipanggil ke BK?
erawati  : Gak tau deh, kenapa ya?
tri : Aduh.. pasti ada apa-apa deh, gimana nih?
eraintan  : Ya sudah, ga usah takut. Ke sana aja dulu, siapa tau kita dapat prestasi.
erawati : Ya sudah, yuk cepetan.
( mereka bertiga pergi ke ruang BK )
( setelah sampai, mereka dimarahi karena telah mengunci nito  dan wandi di gudang. Guru BK menyarankan agar mereka tidak melakukannya lagi dan meminta maaf kepada nito dan wandi. )
eraintan, erawati, tri : wandi,nito . Kita minta maaf ya atas perlakuan kita ke kalian. Kalian mau kan maafin kita?
nito : Ya sudah, kita maafin. Tapi kalian janji ya ngga akan gitu lagi sama kita?
erawati  : Iya, kita janji.
wandi  : Gimana kalo sekarang kita temenan aja?
tri : Ide bangus tuh!
nito : Jadi sekarang kita temenan nih?
eraintan, erawati,  tri dan wandi : ya iyalah.....
wandi  : Kenapa gak dari dulu aja sih kita kaya gini ?
wandi  : Iya, kan enakan juga kaya gini daripada musuhan.
erawati  : Iya juga ya, kenapa gak dari dulu aja kita kaya gini.
tri  : Iya, gue maunya juga kaya gini. Tapi kan sifat jahil kita bertiga yang buat kita banyak musuh.
eraintan  : Ya sudahlah... gak usah diungkit-ungkit lagi masalah yang udah lalu, yang penting kan sekarang kita udah temenan. Dan gue mau kita gak cuma temenan aja. Gue mau kita jadi sahabat, untuk selamanya. Dan gak ada lagi yang namanya musuhan lagi.
nito  : Iya, gue juga maunya kita jadi sahabat yang menolong satu sama lain.
erawati : Dan gue juga mau kita semua saling peduli, seperti kalau ada temen yang sedih kita ada buat dia
tri  : Dan kalau dia lagi senang, kita juga ngerasain bareng-bareng.
wandi  : Iya, bener banget tuh! ( Sambil tersenyum)

Senin, 01 Desember 2014

BAB 1


                                                           
                     BAB 1 
                   PENDAHULUAN

A.    Latar belakang

Bahasa ialah sebagai alat komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting . baik secara lisan maupun tertulis ia merupakan hal yang sangat penting dan tidak dapat di psahkan dari kehidupan manusia dalam sehari-hari. Melalui bahasalah manusia manusia mampu berpikir daan menalar , dengan pikiranlah manusia dapat atau mampu melakukan tindakan dan perilaku dalam kehidupan sehari hari nya  .
Dengan bahasa pulalah manusia bisa melakuakn berkomunikasi satu sama lain sehingga adanya masyarakat bahasa . dengan bahasa lah manusia manusia dapat menyampaikan pesan atau maksud pembicara kepada pendengar , dengan itu seorang pembaca harus bisa mendengar dan memahami bahasa yang di gunakan tersebut agar pesan tersebut bisa sampau kepada pendengar.
Maka dari itu sangat pentingnya bahasa bagi kehidupan manusia , sehingga dengan adanya berbagai macam bahsa di dalam masyarakat , sangat menarik bagi seorang peneliti untuk meniliti berbagai macam jenis bahsa di dalam suatu masyarakat yang ada.
Sosiolinguistik mencakup bidang kajian yang sangat luas tidak hanya menyangkut dalam wujud formal bahsa tersebut tapi pengunaan bahasa di dalam masyarakat tersebut . situasi kebahasaan masyarakat tutur diwarnai pemakaian bahasa pertama nya tau bahasa budaya nya dan bahasa indonesia segala kemungkinan pemakaian bahsa daerah lain. Apabila terjadi dalam situasi seperti itu terjadi kontak sosial antara penutur yang terlibat dalam kontak sosial tersebut akan memilih salah satu bahasa atau variasi nya yang paling cocok untuk keperluan dan situasi tertentu.  Pemilihan bahsa demikian menunjukan fungsi tiap tiap bahasa menyesuaikan keperluan dan situasi tempat dia berada.
Gejala pemilihan bahsa itu sangat terlihat di dalam pemakaian bahsa oleh masyarakat pontianak yang akan peneliti paparkan .  hal ini sangat menarik di kaji mengingat di daerah pontianak ini sangat banya sekali berbagai macam etnis yang ada disini , dan berbagai macam bahsaa yang banyak di gunakan sesuai dengan kebudayaan yang mereka bawa.  Terutama kepada mahasiswa mahasiswi yang berjkuliah di sini . banyak datang dari berbagia macam daerah di kalimantan barat ini maupun dari luar kalimantan.
Di sini peneliti akan mencari bukti dari banyak berbagi macam bahasa yang ada di masyarakat pontianak ini . dan peneliti akan membandingkan bahsa daerah tersebut, terutama peneliti akan mengambil bahasa Kota ketapang dan Kabupaten sambas .


B.     MASALAH PENELITIAN
1.      bagaiaman membandingkan dua bahasa yang berbeda yang terlingkup di dalam masyarakat pontianak
2.       apa keistimewaan kedua bahasa tersebut yaitu bahasa sambas dan ketapang
C.     TUJUAN PENELITIAN
                    Berdasarka rumusan masalah penelitian. Maka tujuan penelitian sebagai berikut  
1.      Membandingkan 2 bahasa yang ada di masyarakat pontianak yaitu bahasa sambas dan bahasa ketapang
2.      Mencari keistimewaan kedua bahasa tersebut



D.    MANFAAT PENELITIAN
Peneliti ini di harapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut  
1.      Pendeskripsian variasi bahasa dari masing masing daerah dan kebudayaan yang terjadi dalam pertuturan di daerah masing masing
2.      Peneliti ini di harapkan dapat bermanfaat dalam upaya pembinaan bahasa indonesia
3.      Hasil penelitian ini dapat di dapat di manafaatkan oleh mahasiswa sebagai bahan bacaan atau referensi untuk memahami teori sosiolinguistik yang berkaitan dengan pemakaian bahasa


















                                


BAB 2


     BAB II 
      KAJAIAN TEORI

A.    VARIASI BAHASA
Menurut alwasilah Pada kenyataan nya bahasa adalah kaya raya dengan keanekaragaman perwujudanya. Perwujudnya bahasa itu sangat luasnya sehingga variasi variasi itu seakan tanpa batas. ( dalam al ashadi 17 juni 2013 )  Terjadinya keragaman atau kevariasian bahasa ini bukan hanya di sebabkan oleh para para penuturnya yang tidak homogen tetapi juga karena kegiatan interaksi sosial yang mereka lakukan sangat beragam.
1.      BATASAN VARIASI BAHASA
Suwito berkata Variasi bahasa merupakan sejenis ragam bahasa yang pemakaianya di sesuaikan dengan fungsi dan situasi, tanpa mengabaikan kaidah kaidah pokok yang berlaku dalam bahasa yang bersangkutan Lebih lanjut menurut suwito, variasi bahasa mencakup semua aspek yang berkaitan dengan masyarakat tutur, dan bagaimana hubungan dengan orang lain dalam melakukan tuturan, dapat di asumsikan bahwa variasi mungkin terdapat di dalam masyarakat yang luas dan besar dan mungkin pula terdapat dalam masyarakat kecil. Bahkan terdapat dalam masyarakat yang luas dan besar dan mungkin pula terdapat dalam masyarakat kecil, bahkan terdapat di dalam pemakaian bahasa perorangan.
Soekarno menyebutkan Variasi bahasa adalah bentuk bentuk bagian atau variasi dalam bahasa yang masing masing memiliki pola pola yang menyerupai pola umum bahasa induk nya. ( dalam al ashadi 17 juni 2013 )   Variasi bahasa ini di sebabkan oleh faktor tertentu  isitilah variasi bahasa dalam bahasa inggris sama dengan variety : terjadinya keragaman dan kevariasian bahasa ini bukan hanya di sebabkan oleh para penuturnya yang tidak homegen, tapi juga karena kegiatan interaksi sosial yang mereka lakukan sangat beragam. Keragaman ini akan semakin bertambah kalau bahasa tersebut di gunakan oleh para penutur yang banyak, serta dalam wilayah yang luas.
Variasi bahasa menurut paul adalah suatu wujud perubahan atau perbedaan dari berbagai manivestasi kebahasaan, namun tidak bertentangan dengan kaidah kebahasaan, . (dalam  al ashadi 17 juni 2013 ) Manivestasi  kebahasaan di wujudkan ke dalam berbagai konteks sosial masyarakat pemakaian bahasa.
Sementara itu menurut chaer bahasa di pandang sebagai bentuk bentuk bagian atau varian dalam bahasa yang masing masing memiliki pola yang menyerupai pola umum bahasa induksinya, chair dan gustina, lebih lanjut chair menegaskan bahwa terjadinya variasi bahasa di sebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang di lakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan di karenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen.
Berdasarkan beberapa pengertian pendapat ahli diatas di simpulkan bahwa variasi bahasa adalah keanekaragaman bahasa yang di pakai penutur bahasa yang tidak jauh berbeda dengan bahasa induknya akibat berbagai faktor yang mempengaruhi peristiwa tutur ter
Sebut. Keragaman atau kevariasian bahasa ini bukan hanya di         sebabkan oleh para penuturnya yang tidak homogen,  tetapi juga karena kegiatan interaksi soisal yang meeka lakukan sangat beragam  :

2.      FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA VARIASI BAHASA
Menurut soepano  ada beberapa variasi bahasa yaitu :
1.      Variasi kronologis
2.      Variasi biografis
3.      Variasi sosial
4.      Variasi fungsional
5.      Variasi gaya atau stel
6.      Variasi kultural
7.      Variasi individual .
sementara itu, nababan  membagi variasi bahasa bebrbagai sumber perbedaan yaitu 1. Variasi internal ( variasi sistematik ) dan 2. Variasi eksternal ( variasi ekstra sistematik ) variasi internal adalah variasi yang di sebabkan oleh faktor faktor dalam bahasa itu sendiri, misalnya bunyi /p/ yaang bervariasi aspirated dan tidak aspirated dalam bahasa inggris. Adapun variasi eksternal adalah variasi yang berhubungan dengan faktor-faktor di luar bahasa itu sendiri. Dalam hal ini dialek, fungsiolek, dan sosiolek termasuk dalam jenis variasi eksternal.
Faktor faktor yang mempengaruhi variasi bahsa menurut fishman ( chaer dan leonie agusitina , adalah lokasi topik , dan partisipan, seperti keluarga , tetangga , teman, transaksi pemerintahan , pendidikan , pekerjaan dan sebagaianya .

1.      Variasi bahasa dari segi pemakaian
Variasi bahasa berkenan dengan pemakian atau fungsinya disebut fungsiolek atau register adalah variasi bahasa yang menyangkut bahsa itu di gunakan untuk keperluan atau bidang apa . misalnya bidang jurnalistik , militer , pertannian , perdagangan,pendidikan,dan sebaginya. Variasi bahasa dari segi pemakaian ini yang paling tampak cirinya adalah dalam kosakata. Setiap bidang kegiatan biasanya mempunyai kosa kata khususnya yang tidak digunakan dalam bidang lain misalnya , bahsa dalam karya sastra biasanya menekan penggunaan kata dari segi estetis sehingga di pilih dan di gunakanlah kosa kata yang tepat
Ragam bahasa jurnalistik juga mempunyai ciri tertentu, yakni bersifat sederhan , komunikatif , dan ringkas sederhana karena harus di pahami dengan mudah komunikatif karena jurnalis harus menyampaikan berita secara tepat , dan ringkas karena keterbatasan ruang ( dalam media cetak ) dan keterbatasan waktu ( dalam media elektronik ) intinya ragam bahasa yang di maksud diatas, adalah ragam bahsa yang menunjukan perbedaan di tinjau dari segi siapa yang menggunakan bahasa tersebut.

2.       Variasi dari Segi Keformala
      Menurut Martin Joos, variasi bahasa dibagi menjadi lima macam gaya (ragam), yaitu ragam beku (frozen); ragam resmi (formal); ragam usaha (konsultatif); ragam santai (casual); ragam akrab (intimate). Ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal, yang digunakan dalam situasi khidmat dan upacara resmi. Misalnya, dalam khotbah, undang-undang, akte notaris, sumpah, dsb. Ragam resmi adalah variasi bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan, rapat dinas, ceramah, buku pelajaran, dsb. 
Ragam usaha adalah variasi bahasa yang lazim digunakan pembicaraan biasa di sekolah, rapat-rapat, ataupun pembicaraan yang berorientasi kepada hasil atau produksi. Wujud ragam ini berada diantara ragam formal dan ragam informal atau santai Ragam santai adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi untuk berbincang-bincang dangan keluarga atau teman pada waktu beristirahat, berolahraga, berekreasi, dsb.
Ragam ini banyak menggunakan bentuk alegro, yakni bentuk ujaran yang dipendekkan.  Ragam akrab adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh para penutur yang hubngannya sudah akrab, seperti antar anggota keluarga, atau teman karib. Ragam ini menggunakan bahasa yang tidak lengkap dengan artikulasi yang tidak jelas.

3.      . Variasi dari Segi Sarana
       Variasi bahasa dapat pula dilihat dari segi sarana atau jalur yang digunakan. Dalam hal ini dapat disebut adanya ragam lisan dan tulis atau juga ragam dalam berbahasa dengan menggunakan sarana atau alat tertentu, misalnya bertelepon atau bertelegraf.

4.      Variasi dari Segi Penutur
Pertama, idiolek, merupakan variasi bahasa yang bersifat   perseorangan Setiap orang mempunyai idiolek masing-masing. Idiolek ini berkenaan dengan “warna” suara, pilihan kata, gaya bahasa, susunan kalimat, dsb. Yang paling dominan adalah warna suara, kita dapat mengenali suara seseorang yang kita kenal hanya dengan mendengar suara tersebut Idiolek melalui karya tulis pun juga bisa, tetapi disini membedakannya agak sulit.
Kedua, dialek, yaitu variasi bahasa dari sekelompok penutur yang  jumlahnya relatif, yang berada di suatu tempat atau area tertentu. Bidang studi yang mempelajari tentang variasi bahasa ini adalah dialektologi. Ketiga, kronolek atau dialek temporal, yaitu variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial pada masa tertentu. Sebagai contoh, variasi bahasa Indonesia pada masa tahun tiga puluhan, lima puluhan, ataupun saat ini.
     Keempat, sosiolek atau dialek sosial, yaitu variasi bahasa yang berkenaan  golongan dan kelas sosial para penuturnya. Dalam sosiolinguistik variasi inilah yang menyangkut semua masalah pribadi penuturnya, seperti usia, pendidikan, keadaan sosial ekonomi, pekerjaan, seks, dsb. Sehubungan dengan variasi bahasa yang berkenaan dengan tingkat, golongan, status, dan kelas sosial para penuturnya disenut dengan prokem.

3.       FUNGSI BAHASA
      Bahasa sebagai alat komunikasi menjalankan dua macam fungsi/tugas,   yakni fungsi umum dan fungsi khusus.
1.       Fungsi Umum Bahasa
Fungsi umum bahasa adalah fungsi bahasa yang berlaku bagi  semua bangsa di  semua negara, dan dapat diperinci sebagai berikut:  Untuk tujuan praktis, yakni untuk mengadakan hubungan dalam  pergaulan sehari-hari. Fungsi ini ada tiga macam:
2. Fungsi produktif
Dalam fungsi ini bahasa dipakai oleh manusia untuk menyampaikan isi hantinya kepada manusia lain.

3.       Fungsi reseptif
    Dalam fungsi ini bahasa yang dipakai oleh manusia untuk menerima isi hati manusia yang lain yang disampaikan kepadanya.
4.      Fungsi reproduktif
      Dalam fungsi ini bahasa dipakai oleh manusia untuk menyatakan   isi hatinya setelah menerima pernyataan isi hati orang lain.
artistic, yakni untuk mengolah dan mempergunakan bahasa itu dengan cara yang seindah indahnya guna pemuasan rasa keindahan/estetis manusia.
Untuk tujuan filologis, yakni mempelajari naskah-naskah kuno  untuk menyelidiki latar belakang sejarah manusia, sejarah kebudayaan, dan adat istiadat serta perkembangan bahsa itu sendiri.
           Untuk tujuan Ipteks, yakni sebagai kunci untuk mempelajari ilmu pengetahuan lain di luar bahasa.